AsiaCalling

Home Arsip

Program Radio Selamatkan Istri Dari HIV/AIDS Di Nepal

E-mail Cetak PDF

 

Salah satu penyebab utama penyebaran HIV/AIDS di Nepal adalah migrasi penduduk.

Hampir tiga juta warga Nepal bekerja di luar negeri seperti di India, Malaysia dan Timur Tengah.

Ketika jauh dari keluarga, para lelaki melakukan hubungan seks yang tidak aman dan kerap terinfeksi HIV/AIDS.

Bahkan 50 persen pasien HIV di Nepal adalah para pekerja migran.

Dan ketika kembali ke tempat asal, mereka menyebarkan penyakit itu kepada istri mereka.

Untuk menghentikan hal ini, satu program radio berjudul “Home and Abroad” atau “Kampung Halaman dan Luar Negeri”, dibuat untuk mendekatkan para lelaki itu dengan istri mereka.

Program itulah  yang mendidik mereka soal hubungan seks yang aman dan HIV/AIDS.

Jaya Luintel mengunjungi tempat program radio ini di Acham dan Banke yang terletak di bagian Barat Nepal.

Kisahnya disampaikan Doddy Rosadi.

“Anak-anak dan ternak baik-baik saja. Panen beras yang lalu mencapai seratus lima puluh kilogram. Saya sudah tahu soal HIV, hati-hati dengan penyakit itu, supaya kita bisa selamat.”

Inilah surat audio dari Sun Kesha Wod, yang ditujukan untuk suaminya yang sedang bekerja di Mumbai India. Sang suami akan mendengarkan pesan itu lewat program berjudul Desh Pradesh atau Kampung Halaman dan Luar Negeri.

“Lewat acara ini, orang bisa bicara langsung dengan pasangan hidup mereka atau dengan siapa saja yang mereka sayangi.”

Nirmal Rijal adalah Direktur LSM Equal Access di Nepal, kelompok yang membuat program radio itu.

“Tak ada pesan yang lebih kuat selain pesan yang datang dari orang-orang yang Anda sayangi, yang hidup jauh dari kampung halaman. Ketika Anda mendengarkan pesan tertentu dari mereka, Anda akan sangat tersentuh dan bisa membantu mencegah perilaku mengancam keadaan para migran Nepal di Mumbai.”

Setiap pekan surat audio yang dibuat para perempuan ini direkam oleh para reporter di daerah barat Nepal yang terpencil. Lalu rekaman itu dikumpulkan dan disiarkan dari Kathmandu ke beberapa negara. Para lelaki di luar negeri juga bisa merekam saura mereka dan mengirim pesan-pesannya kepada sang isteri di Nepal lewat program radio.

“Program ini menjangkau narasumber dan komunitas di luar Nepal lewat teknologi satelit. Dibuat dalam bahasa Nepal jadi bisa sampai ke komunitas Mumbai, serentak ketika pasangan hidup mereka mendengarkan pesan yang sama di kampung halaman.“

Pada Minggu siang, sekitar 20 perempuan di Desa Pipari daerah Banke, berkumpul di depan radio. Mereka semangat sekali menunggu program kesayangan mereka mengudara.

Ketika dua pembawa acara berbicara soal penggunaan kondom, para perempuan itu menutup mulut mereka dan tersenyum. Lalu, salah satu tokoh perempuan populer dalam sandiwara menangis, dan para perempuan pun terlihat sedih.

Pada akhir acara, mereka membahas berbagai masalah yang diangkat lewat program itu.

Hari ini, mereka mendengarkan soal infeksi menular seksual. Mereka belajar jika terinfeksi tapi langsung mendapatkan perawatan medis, maka infeksi itu bisa diobati.

Karena pembahasan seperti inilah perempuan seperti, Sita, 30 tahun, sadar mereka terinfeksi penyakit menular seksual.

“Saya mengalami gatal-gatal dan saya pikir mungkin itu alergi. Tapi, setelah mendengarkan program radio itu, saya jadi tahu soal gejala penyakit menular seksual. Lalu saya ke klinik dan di tes. Petugas di klinik meminta suami saya untuk cek up juga dan kami pergi ke sana sama-sama.”

Satish Pandey adalah Wakil Direktur LSM Family and Health International yang membantu mendanai program ini. Dia menuturkan banyak kisah seperti yang dialami Sita.

“Sejumlah kelompok pendengar program radio ini jalan kaki ke klinik dan ikut tes HIV serta penyakit kelamin menular. Di beberapa daerah yang saya kunjungi, ketika para suami pulang untuk liburan atau setelah bekerja di India, para isteri mendorong mereka untuk memeriksa kesehatan. Kadang mereka tak sadar kalau bakal diperiksa. Para isteri menghindari hubungan seks dengan suami mereka selama beberapa minggu pertama, dan pada masa itu mendorong suami mereka supaya melakukan tes HIV. Menurut saya program radio ini sudah ada dampaknya.”

Program ini berdampak bagi Nain Sara Budha. Lewat acara itu, dia belajar lagu ini dan menyanyikannya setiap hari sambil bekerja di ladang.

Lirik yang ia nyanyikan berbunyi seperti ini: Lelaki yang berada di India datang dengan uang dan bukan AIDS.

“Saudara-saudara perempuan saya di desa ini terinfeksi HIV dan penyakit lainnya. Jadi saya ikut kelompok pendengar dan saya buat lagu ini untuk mendidik mereka.“

Di Nepal ketika upaya memerangi HIV/AIDS kerap tidak efisien, program radio seperti Homa and Abroad telah membantu para pekerja buruh migran dan isteri mereka, melindungi diri dari HIV/AIDS.

 

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 10 Juli 2009 11:02 )  

Add comment


Security code
Refresh