AsiaCalling

Home Berita Australia Australia Mempertimbangkan Memasukkan Penduduk Asli dalam Konstitusi

Australia Mempertimbangkan Memasukkan Penduduk Asli dalam Konstitusi

E-mail Cetak PDF

Download Australia sedang mempertimbangkan mengubah konstitusinya untuk mengakui penduduk asli negeri itu.

Sebuah panel yang ditunjuk Pemerintah, yang ditugaskan untuk menemukan cara terbaik melakukan hal itu. Panel telah memberi rekomendasinya kepada Perdana Menteri Julia Gillard.

Rekomendasi itu termasuk larangan diskriminasi rasial dan mengakui masyarakat Pulau Selat Torres dan Aborigin sebagai orang pertama yang menghuni Australia.

Tapi perubahan apapun dalam konstitusi membutuhkan referendum nasional, dan Perdana Menteri mengatakan ini bakal menghadapi banyak tantangan.

Girish Sawlani dari Radio Australia menyusun laporannya untuk Anda.


Tahun 2008, Parlemen Jepang baru mengakui masyarakat Ainu sebagai penduduk asli negeri itu.

Di Singapura, Orang Melayu telah diakui sebagai penduduk asli pulau itu sejak kemerdekaan.

Sementara Australia butuh 66 tahun sebelum penduduk asli Aborigin diizinkan untuk ikut pemilu.

Saat ini, sebuah laporan yang disusun Pemerintah Federal merekomendasikan perubahan konstitusi nasional. Perubahan untuk mengakui kalau orang Australia asli adalah orang Aborigin dan penduduk Pulau Selat Torres.

Mark Liebler, ketua Rekonsiliasi Australia dan anggota panel ahli yang menerbitkan laporan yang menyerahkan dokumen kepada Perdana Menteri.

“Setelah mengunjungi 84 komunitas di seluruh daerah, baik di daerah terpencil maupun kota metropolitan Australia, setelah mengadakan lebih dari 250 konsultasi dan mempertimbangkan 3600 lebih usulan, kami dengan bangga menyampaikan suara bulat ke 22 anggota panel kepada Perdana Menteri.”

Di antara rekomendasi kunci adalah akan mengakui kalau Australia pertama kali ditempati oleh orang Aborigin dan penduduk Pulau Selat Torres.

Rekomendasi lain soal pelarangan diskriminasi sosial.

Panel juga mengatakan Konstitusi harus mengakui bahasa pertama adalah bahasa asli tapi bahasa Inggris akan tetap menjadi bahasa nasional.

Pemimpin Aborigin dan ketua panel, Patrick Dodson, mengatakan ini saatnya untuk melangkah maju.

“Ini saatnya, ketika kebenaran dan penghormatan kepada orang Aborigin dan Pulau Selat Torres perlu dicapai melalui pengakuan dalam Konstitusi kita. Kepemimpinan yang kuat dan kepentingan nasional kita sangat penting bagi kemajuan bangsa kita.”

Namun, perubahan konstitusi akan memerlukan kata 'ya' dalam sebuah referendum nasional.

Dalam sejarah Australia, hanya 8 dari 44 referendum yang berhasil.

Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan tantangan terbesar sekarang adalah memenangkan dukungan untuk mengubah konstitusi.

“Ini butuh partisipasi dalam dan kuat dua partai utama. Setiap kita harus terlibat dalam politik, apakah itu di parlemen federal atau di parlemen negara bagian. Apakah itu anggota pemerintah daerah atau pemimpin masyarakat. Semua harus menjadikan diri yang terbaik. Untuk mengadvokasi kasus ini untuk perubahan dengan persatuan yang maksimal.”

Oposisi Australia menyambut baik laporan itu, tapi tetap bersikap hati-hati.

Sebelumnya dikatakan mereka akan mendukung pembukaan yang bernada sopan dan bermartabat, bersama pencabutan Pasal 25, yang memungkinkan UU negara mendiskualifikasi orang-orang dari ras tertentu dalam  pemungutan suara.

Pemimpin oposisi, Tony Abbott, mengatakan koalisi telah lama mendukung gerakan untuk mengakui penduduk asli Australia, tapi akan hati-hati mempelajari laporan itu.

“Kami punya beberapa keberatan soal apapun yang mungkin akan berubah menjadi satu klausul RUU yang kami terima. Tapi kami menerima kalau jutaan harapan dan impian rakyat Australia bertumpu pada pengakuan konstitusional atas masyarakat adat. Dan saya menyambut baik laporan ini.”

Untuk menyederhanakan, laporan itu merekomendasikan referendum dengan satu pertanyaan saja, yaitu apakah rakyat senang mengubah konstitusi negara atau tidak.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 30 Januari 2012 12:18 )  

Add comment


Security code
Refresh

Search