AsiaCalling

Home Berita India Momentum Gerakan anti Korupsi India

Momentum Gerakan anti Korupsi India

E-mail Cetak PDF

Download Pemerintah India mencapai kesepakatan dengan aktivis anti korupsi Anna Hazare.

Ia diizinkan melanjutkan aksi mogok makannya hingga 15 hari kedepan.

Penangkapan Hazare beberapa hari lalu memicu protes nasional yang memalukan pemerintah.

Hazare menuntut UU anti korupsi yang tegas. Versi final RUU itu disampaikan awal Agustus lalu, tapi Hazare dan aktivis lainnya menolaknya karena perdana menteri dan hakim senior akan dibebaskan dari pengawasan.

India baru-baru ini dilanda serangkaian skandal korupsi tingkat tinggi, yang disebut kritikus sebagai bukti meresapnya budaya korupsi dalam pemerintahan saat ini.

Bismillah Geelani di New Delhi melihat kembali peristiwa dramatis itu.

Penjara Tihar di New Delhi adalah salah satu penjara terbesar di dunia.

Dalam dua hari terakhir, penjara itu penjadi pusat perjuangan anti korupsi di India.

Di penjara itu, penggiat anti korupsi India, Anna Hazare, melakukan puasa dalam waktu tak terbatas.

Di luar, ribuan pendukungnya meneriakkan slogan-slogan, bernyanyi dan berdoa. Banyak dari mereka, seperti Giriraj Kishore, 35 tahun, memakai kaos putih dengan tulisan 'Saya Anna Hazare'.

“Anna Hazare berjuang demi negeri ini, dia berjuang demi masa depan kami yang lebih baik. Tapi korupsi ini membuat dia dipenjara. Kini kami ingin menunjukkan pada pemerintah kalau Anna Hazare tidak sendiri. Seluruh bangsa ini bersama dia. Setiap orang adalah Anna Hazare.”

Anna Hazare ditangkap bersama hampir dua ribu pendukungnya saat ia akan mulai protesnya dan berpuasa sampai mati, di sebuah taman di New Delhi.

Polisi pertama memberi dia izin protes selama tiga hari tapi kemudian izin itu dicabut setelah Anna memaksa protes itu akan berlangsung sampai tuntutan adanya UU anti korupsi yang tegas, dipenuhi.

Anna menolak draft UU anti korupsi pemerintah yang disebutnya tidak bergigi.

Sebelum penangkapannya, Anna meminta para pendukungnya untuk melanjutkan perjuangan dengan cara damai.

“Ini awal perjuangan kemerdekaan kita yang kedua. Saya memang ditangkap tapi bukan berarti perjuangan berakhir. Gerakan ini tidak bisa berhenti sekarang karena jutaan orang kini menjadi bagian gerakan ini. Satu-satunya permintaan saya adalah jangan ada unsur kekerasan dalam gerakan ini.”

Begitu berita itu menyebar, protes besar-besaran terjadi di India menuntut pembebasannya segera.

Pemerintah dipaksa mundur dan memerintahkan Hazare dibebaskan beberapa jam setelah penangkapannya.

Tapi Anna Hazare menolak meninggalkan penjara dan menuntut izin tanpa syarat untuk aksi protesnya.

Setelah perundingan yang alot, Anna Hazare sepakat untuk membatasi puasa dan protesnya selama 15 hari.

Kiran Bedi anggota kelompok India Melawan Korupsi.

“Ditemukan jalan tengah karena itulah esensi gerakan ini. Kami mendengar mereka, mereka mendengar kami dan akhirnya kami berpikir inilah cara mengawalinya. Sekarang bukan puasa sampai mati tapi puasa tanpa batas.”

Di Parlemen, politisi oposisi yang marah menuntut pemerintah menjelaskan alasan mengapa dari awal ia sudah ditangkap.

Perdana Menteri Manmohan Singh membela polisi.

“Pemerintah tidak mencari konfrontasi dengan suatu kelompok masyarakat. Tapi ketika beberapa bagian masyarakat sengaja menentang pemerintah dan hak prerogatif Parlemen, maka merupakan kewajiban pemerintah menjaga perdamaian dan ketenangan. Polisi Delhi sebagai otoritas yang bertanggung jawab, mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di ibu kota.”

Tapi ini tidak memuaskan oposisi.

Arun Jaitley pemimpin oposisi di majelis tinggi.

“Anggota masyarakat sipil atau warga negara ini punya hak untuk mengkampanyekan dan memperjuangkan pendapatnya. Kami berhak untuk mengatakan padanya betapa kami setuju dengan dia dan seberapa banyak pandangannya tak bisa kami akomodasi. Ini bagian dari wacana demokrasi. Tapi mereka punya hak untuk menyatakan pendapatnya, hak untuk protes dan berbeda pendapat. Dan hak ini yang sedang pemerintah coba jegal dan kami semua ada di sini untuk menentang itu.”

Penangkapan Anna Hazare dan pembebasannya memberi dorongan dalam gerakannya.

Masyarakat di kota-kota dan desa di India mengekspresikan solidaritas dan dukungannya bagi Anna Hazare.

Monumen India Gate adalah pusat berkumpul bagi para pendukung Anna Hazare.

Puluhan ribu orang dengan bendera India dan poster Anna Hazare menunggu di sini untuk menyambutnya saat ia melangkah keluar dari penjara.

Rita Nagpal, 50 tahun, seorang ibu rumah tangga, harus menempuh perjalanan sejauh 1200 kilometer dari kota bagian Barat Pune, untuk datang kemari.

“Saya senang datang kemari. Menyenangkan bertemu begitu banyak orang yang berjuang demi perubahan dan saya yakin, kami akan melihat perubahan yang kami inginkan. Karena tidak seorangpun yang bisa mendiamkan begitu banyak suara.”

Anna Hazare akan melanjutkan aksi puasanya di Lapangan Ramlila New Delhi.

Tapi para aktivis yang mempimpin protes mengatakan agitasi saat ini telah melenceng jauh dari perjuangan korupsi.

 Prashant Bhushan, salah seorang rekan Anna Hazare.

“Masalah ini sekarang ini tidak hanya isu RUU Lokpal atau korupsi. Masalah ini menjadi isu soal sifat dan fungsi demokrasi India. Apakah kita tetap akan diatur dan diperintah oleh orang-orang yang dipilih sekali dalam lima tahun dan kemudian berpikir mereka dapat memerintah negara ini sesuai keinginan mereka sendiri, atau apakah kita akan diperintah atas dasar keinginan rakyat?”

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 22 Agustus 2011 09:35 )  

Add comment


Security code
Refresh

Search