AsiaCalling

Home Berita Malaysia Anwar Tidak Bersalah – Kembali Beroposisi?

Anwar Tidak Bersalah – Kembali Beroposisi?

E-mail Cetak PDF

Download Di Malaysia pekan ini, ketua oposisi Anwar Ibrahim dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan sodomi terhadap seorang bekas ajudan politik.

Vonis ini mengejutkan bagi Anwar dan ribuan pendukungnya yang berkumpul di Pengadilan Tinggi di Kuala Kumpur.

Pemerintah menyatakan ini adalah tanda adanya independensi pengadilan, walau beberapa pengamat politik merasa ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh Anwar pada pemilu mendatang.

Kita simak laporan Clarence Chua dari Kuala Lumpur.

Seminggu sebelum hasil sidang sodominya, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim sibuk berkeliling negeri itu untuk berkampanye mendiskreditkan pengadilan.

Di sebuah kompleks perumahan kelas menengah dekat ibukota, anak perempuan Anwar, Nurul Izzah, membela ayahnya di depan ribuan orang yang berkumpul untuk bertemu Anwar.

Tapi pidatonya terpotong saat Anwar Ibrahim dengan cepat memasuki ruangan.

Dari politik rasial sampai korupsi kronis, tidak ada yang Anwar lewatkan.

“Ada ketidakadilan yang menjijikan dalam sistem. Bukan hanya soal kasus saya. Peradilan, polisi, jaksa, sistem pemerintahan yang terang-terangan tidak adil dan korup dan kita harus mengubahnya! Kita bisa melakukannya; Orang Melayu, Cina, India, juga Iban…Kita bisa dan harus melakukannya bagi masa depan anak-anak kita.”

Anwar juga bersikukuh kalau tuduhan sodomi terhadapnya bermotif politik.

Tapi saat berbicara sebelum vonis jatuh, Anwar mengaku siap untuk masuk penjara lagi.

“Ini adalah Malaysia dan peradilan punya perilaku yang bisa dipertanyakan. Jadi kami realistis dalam membuat perkiraan, kami tidak berharap tapi bersiap-siap. Kami telah membahasnya dengan keluarga dan siap untuk yang terburuk. Kami telah mengantisipasi ini dan telah mengambil semua langkah. Kebijakan dan negosiasi soal keberlanjutan kepemimpinan partai. Dan dalam kasus pemilu terdekat, dengan pemimpin sementara menunggu pembebasan saya ketika kami memenangkan pemilu.”

Ini adalah kali kedua Anwar dituding dengan tuduhan sodomi.

Setelah dipecat sebagai orang kedua paling kuat di negeri itu oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada 1998, ia dipenjara karena penyalahgunaan kekuasaan selama enam tahun.

Ketika hukuman penjara sembilan tahun berturut-turut untuk kasus sodomi dijalani, Pengadilan Federal mengubah keputusan itu tahun 2004.

Setelah itu kembalinya Anwar kembali ke politik menjadi spektakuler.

Ia berhasil mengumpulkan koalisi oposisi yang ditolak pemerintah yang berkuasa, dan menjadi mayoritas dalam pemilu 2008... kali pertama sejak kemerdekaan.

Banyak yang memperkirakan ia akan di penjara lagi karena pemilihan umum yang akan diselenggarakan pada tahun ini.

Tapi Profesor James Chin dari Monash University Malaysia mengatakan 'vonis tidak bersalah' terkait kepentingan Perdana Menteri Najib Razak.

“Najib bisa mengklaim kalau pengadilan itu independen. Tapi kebanyakan orang melihat Najib terlalu takut untuk menyatakan Anwar bersalah, itu akan menciptakan reaksi terhadap dirinya dalam pemilu. Jika dia memberi hukuman yang sangat berat, saya menduga ini akan jadi bonus bagi Pakatan,  karena ia akan dilihat sebagai seorang martir. Karena ia bisa pergi ke seluruh negeri dan mengatakan bagaimana kejamnya pemerintahan Najib. Karena sebagian besar orang Malaysia melihat ini sebagai pengadilan politik. Dia pasti akan dapat lebih banyak dukungan dari masyarakat jika ia dihukum penjara 10 tahun.”

Ketika Anwar pertama kali dihukum atas kasus sodomi pada 1998, putusan itu membelah suara orang Melayu. Dan sepertinya pemerintahan saat ini tidak ingin membuat kesalahan yang sama.

Berbicara kepada wartawan setelah keputusan pengadilan, Anwar memuji hakim karena berani. Tapi ia menolak anggapan kalau pengadilan bebas dari campur tangan pemerintah.

Dia lalu mengingatkan rakyat Malaysia soal pemilihan umum mendatang.

Dan ini pesan yang ia sampaikan di setiap kampanyenya.

“Menolak pimpinan yang korup dan belajar dari pengalaman masa lalu, teman-teman di Timur Tengah, musim semi Arab, kami ingin kebebasan, kami ingin peradilan yang independen, kami ingin media yang bebas. Kami ingin menghentikan praktis endemik korupsi yang mengakar, yang terang-terangan mengabaikan hukum.”

Pemilih berusia 42 tahun bernama R. Nathan dari Cheras mengatakan vonis bersalah terhadap Anwar akan mengubah pemilih biasa sepertinya menentang pemerintah.

“Jika mereka tidak melepaskannya, mereka akan mengalami penolakan yang lebih besar di masa mendatang. Saat Anda melepaskan dia, orang-orang yang netral punya pilihan apakah setuju atau tidak dengan keputusan itu. Mereka mencairkan kelompok netral.”

Dengan kata lain jika ini adalah sebuah permainan kartu, pemerintah telah mengatur permainan ini dan oposisi sekarang kembali untuk meraih dukungan yang seharusnya bisa mereka peroleh jika Anwar dipenjara.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 16 Januari 2012 13:08 )  

Add comment


Security code
Refresh

Search