AsiaCalling

Home Berita North Korea Tetangga Korea Utara Khawatir dengan Peluncuran Roket

Tetangga Korea Utara Khawatir dengan Peluncuran Roket

E-mail Cetak PDF

Download Semenanjung Korea kembali dalam keadaan waspada karena Pyongyang baru saja meluncurkan rudal jarak jauh nya. Ini mengancam terpicunya konfrontasi regional.

Rudal ini hanya terbang beberapa menit sebelum terpisah dan jatuh ke perairan Semenanjung Korea.

Pemerintah Korea Utara mengatakan roket itu membawa satelit. Namun, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang mengatakan peluncuran itu merupakan uji coba rudal balistik yang disamarkan dan ini melanggar resolusi PBB.

Pemerintah Korea Selatan dan Jepang bersumpah akan menembak jatuh roket itu jika masuk ke wilayah mereka.

Tapi Pyongyang mengatakan tindakan itu akan memicu pembalasan tanpa ampun.

Bahkan sekutu utama Korea Utara, Cina, mengaku khawatir dengan situasi yang berkembang.

Kita simak laporan yang disusun Mark Willacy dari Radio Australia.


Roket-roket ini diparkir di halaman Kementerian Pertahanan Jepang di jantung kota Tokyo.

Dua meriam hijau raksasa, rudal pencegat Patriot, dikelilingi pohon-pohon ceri yang sedang mekar berwarna putih.

Jepang memperingatkan kalau mereka akan menggunakan pencegat ini atau yang lainnya di Okinawa untuk menembak jatuh roket Korea Utara jika masuk satu milimeter saja ke wilayah Jepang.

Melihat misil dari jantung kota Tokyo ini cukup meresahkan beberapa warga kota.

“Saya mengerti mereka ingin melindungi Jepang, tapi meletakannya di tengah Tokyo, bukankah agak berlebihan?”

Yang lainnya yakin lebih baik akan aman daripada menyesal.

“Bisa dibayangkan kalau satelit atau rudal atau apa pun bisa ditembakkan tepat di atas kepala kita di sini.”

Ancaman Jepang dan Korea Selatan untuk menembak jatuh roket memicu ancaman balasan seperti biasanya dari Pyongyang.

Peringatan disampaikan dalam nada melengking oleh perwakilan negara yang itu-itu juga.

“Siapa saja yang menyadap satelit atau mengumpulkan puing-puingnya akan menghadapi hukuman yang tegas dan tanpa ampun oleh Republik Demokratik Rakyat Korea.”

Rezim Kim Jong-un bersikeras ini adalah peluncuran damai. Satelit itu akan digunakan untuk pengamatan cuaca dan memantau sumber daya alam.

Dan sebuah langkah langka pun terjadi.

Korea Utara membuka pintu bagi sekitar 50 jurnalis asing, membawa mereka dengan kereta api, menuju landasan peluncuran di barat laut yang terpencil negeri itu.

Ini upaya untuk meyakinkan dunia luar kalau ini bukanlah tes rudal balistik.

Jang Myong-jin, direktur tempat peluncuran.

“Jika ini sebuah rudal balistik maka akan disembunyikan di ruang bawah tanah. Menyebut ini sebagai uji coba rudal sangatlah tidak masuk akal. Peluncuran ini sudah direncanakan sejak lama untuk menandai ulang tahun ke-100 kelahiran almarhum presiden Kim Il-Sung.”

Para jurnalis di lokasi peluncuran juga diperlihatkan apa yang Korea Utara sebut sebagai satelit.

Tapi tontonan langka ini tidak menghapus kekhawatiran Jepang dan Korea Selatan.

Menteri Luar Negeri Jepang, Koichiro Gemba, berbicara setelah berdialog dengan mitranya dari Cina dan Korea Selatan.

“Jelas jika peluncuran rudal itu terlaksana, ini melanggar resolusi PBB.”

Bahkan sekutu terdekat Pyongyang, Cina, takut kalau peluncuran roket ini bisa meningkat menjadi konfrontasi regional.

Menteri Luar Negeri Cina, Yang Jiechi.

“Cina mengungkapkan kekhawatirannya soal situasi yang berkembang. Kami mendesak semua pihak untuk tetap tenang dan mengendalikan diri. Jadi  kami bisa memecahkan masalah ini melalui diplomasi dan cara-cara damai.”

Korea Utara telah memperingatkan kalau roket itu tidak akan melewati wilayah udara Jepang dan Korea Selatan.

Jika ini terjadi, tidak mungkin ada upaya untuk menembak jatuh roket itu.

Tapi peluncuran itu memperbaharui dialog baru-baru ini antara Pyongyang dan Washington.

Tampaknya pemimpin baru Korea Utara yang berusia 20an tahun, Kim Jong-un siap untuk bertaruh, saat ia mencoba membuktikan pada para jenderalnya kalau ia tak ubahnya dengan mending sang ayah.

Dia  telah mengambil keputusan untuk menaklukkan musuh-musuhnya dan mengambil resiko akan terjadinya konflik regional.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 16 April 2012 09:02 )  

Add comment


Security code
Refresh

Search