AsiaCalling

Home Berita Vietnam Pameran Foto Gay Menandai Kemajuan di Vietnam

Pameran Foto Gay Menandai Kemajuan di Vietnam

E-mail Cetak PDF

Download “The Pink Choice” adalah pameran foto pertama tentang pasangan homoseksual di Hanoi.

Ada 45 gambar intim pasangan gay Vietnam yang dipamerkan, yang memberi gambaran kehidupan mereka sehari-hari.

Pameran ini berlangsung saat pemerintah Vietnam menyatakan tengah mempertimbangkan pengesahan pernikahan sesama jenis. 

Jika ini terwujud, Vietnam akan jadi negara pertama di Asia yang melakukannya. 

Hanoi menggelar Gay Pride yang pertama pada Agustus lalu, tapi isu hak-hak gay masih sangat baru di Vietnam.

Dan seperti yang dilaporkan D.O. Lee dari Hanoi, pameran ini membuka mata banyak orang Vietnam.


Luu Quoc Phong, 19 tahun, dan pacarnya Nguyen Thanh Vinh, 20 tahun, tinggal bersama keluarga Phong.

Masalahnya orangtua Phong tidak tahu kalau anaknya seorang gay.

Ia belum mengungkapkan hal ini karena orangtuanya ingin ia menikah dengan perempuan Vietnam keturunan Cina.

Tapi foto-foto intim mereka kini dipamerkan secara terbuka dalam sebuah pameran.

Vinh menjelaskan keputusan mereka.

"Alasannya karena kami ingin orang lain tahu gay itu seperti apa. Mereka bukan orang yang jahat dan ini bukan tindakan tak bermoral. Kami ingin semua orang melihat kami hidup dengan nyaman dan tidak mempengaruhi orang lain. Dan juga kami suka sekali difoto.”

Ada dua foto mereka di pameran 'Pink Choice’. Yang satu, menggambarkan keduanya saling memakaikan krim wajah, sedangkan foto lain menunjukkan mereka sedang nonton televisi.

Pameran ini memajang 45 foto pasangan gay Vietnam dalam latar belakang yang sangat intim di rumah.

Di salah satu foto, dua pria separuh baya yang memakai handuk saling memandikan. Di foto lain, seorang pria muda mencium dada pacar lelakinya, sambil menurunkan pakaian dalamnya.

Maika Elan, 26 tahun, adalah sang fotografer.

“Para seniman hanya menunjukkan masalahnya, bukan mencari cara penyelesaiannya. Jika masyarakat ingin menggunakan pameran ini untuk mendorong perubahan dalam masyarakat, tentu bisa. Tapi bagi saya, saya hanya ingin menampilkan pandangan saya. Bisa baik bisa juga buruk, tapi itulah pandangan saya.”

Foto-foto Maika Elan tentang para pasangan gay muncul pada saat pemerintah Vietnam sedang bersiap untuk merevisi UU Perkawinan dan mempertimbangkan memasukan soal pernikahan sesama jenis.

Jika Vietnam mengesahkan pernikahan gay pada 2013, mereka akan jadi negara pertama di Asia Tenggara.

Tapi para pembuat kebijakan lebih mendukung pemenuhan hak-hak mendasar pasangan gay seperti kemitraan dalam rumah tangga.

Pusat Koneksi dan Penyebaran Informasi atau ICS Center, LSM gay terbesar di Vietnam, masih melihat ini sebagai langkah menuju arah yang tepat.

Nguyen Hai Yen, manajer ICS center. 

“Banyak orang LGBT yang bilang tanpa hukum kami masih bisa hidup dan saling mencintai. Ya itu benar. Tapi kampanye kami punya dua tujuan. Pertama, dengan adanya perubahan UU, Anda bisa melindungi hak-hak Anda, hubungan sejenis Anda bisa disahkan dan diakui hukum. Kedua, dengan kampanye ini, masyarakat akan makin peduli dengan LGBT. Itu tujuan ke depan kampanye ini...tidak hanya mengubah UU tapi juga masyarakat.”

Tapi tidak semua orang Vietnam menerima ide pernikahan gay ini.

Sebuah survei bulan ini dari institut riset yang berkaitan dengan ICS Center menunjukkan 75 persen masyarakat bisa menerima homoseksulitas tapi hanya 36 persen yang mendukung ide pernikahan gay.

Dan diskriminasi masih tetap terjadi.

“Di banyak sekolah di Vietnam, jika seorang remaja laki-laki bertingkah seperti gay atau bersifat lebih feminim, teman-temannya akan menurunkan celananya untuk melihat dalamannya. Ini membuat remaja pria itu kesulitan dan jadi sangat pemalu. Dan banyak gay atau waria putus sekolah karena malu.”

Banyak yang bilang perubahan harus dimulai dari rumah.

Dao Truong Vu, 22 tahun, diusir dari rumah setelah ibunya tahu dia gay.

“Ibu saya bilang, 'Kenapa kamu seperti ini? Kenapa kamu tidak menjadi seperti yang saya inginkan. Jika saya tahu kamu seperti ini, saya akan punya anak lagi. Saya hanya ingin punya kamu dan saya beri kamu semuanya. Saya tidak mau punya anak lain...tapi kamu sekarang seperti ini. Saya sangat kecewa.' Saya tidak tahu harus berbuat apa selain menangis.” 

Ibu Vu sudah berbulan-bulan menolak telefon darinya.

Generasi muda di Vietnam terus mencoba untuk membuka pikiran orangtua mereka.

Maika Elan berharap foto-fotonya bisa membantu transisi itu. 

"Saya bertemu banyak orangtua dan mereka bilang mereka tidak peduli dengan homoseksulitas. Tapi lewat pameran ini, mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang para gay. Lalu mereka mulai berpikir...'apa artinya homoseksual?'...Itu normal dan alami. Saya kira itu hal yang baik. Saya tidak mencoba mengubah pikiran masyarakat tapi saya harap mereka bisa mendapatkan masukan lebih baik soal apa artinya menjadi gay.”

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 29 Desember 2012 09:37 )  

Add comment


Security code
Refresh

Search