AsiaCalling

Home Laporan Khusus Indian music rocks the world Band Indian Ocean Asal Delhi Mendunia

Band Indian Ocean Asal Delhi Mendunia

E-mail Cetak PDF

Download Selama 20 tahun, band Indian Ocean yang berbasis di Delhi menjadi model konsep musik lintas aliran di India.

 

Dengan campuran musik klasik India, fusion dan jazz rock, mereka terus menarik perhatian para anak muda dan orang tua.

 

Reporter Ric Wasserman pergi konser mereka baru- baru ini, yang digelar di Stockholm Swedia, dan menyusun ceritanya untuk Anda.


Kelompok ini bermula bermain musik klasik India, sebagai rasa cinta mereka pada musik klasik India seperti yang dijelaskan Rahul Ram, sang basis.

 

“Ini berawal dari Sushmit, pemain gitar dan Asim, pemain tabla sekalian vokalis. Sushmit main gitar yang berbeda waktu dia masih tingkat dua di perguruan tinggi, permainannya dipengaruhi oleh musik klasik India. Jadi dia membuat beberapa kompsisi dasar. Sushmit dan Assam duduk bersama dan mulai menambahkan struktur ritme ke komposisi dasar ini. Pada 1990 mereka akhirnya membentuk band.”

 

Band itu akhirnya menjadi kelompok Indian Ocean atau Samudera Hindia, yang sangat terkenal dengan Ram pada basis, Sushsmit Sen pada gitar, Amit Kilam pemain drum, perkusi dan alat tiup, Himanshu Joshi sang vokalis dan Tuhan pada tabla.

 

Label Inggris bernama HMV mengontrak band itu pada 1991 dan album pertamanya terjual sebanyak 40 ribu keping - jumlah yang paling banyak terjual di luar India pada waktu itu.

 

Ram mengatakan suara gitar-lah membuat band ini sangat khas India.

 

“Gitar ini punya suara yang sangat unik dalam band Indian Ocean. Gitar kadang kedengarnnya sepearti sarod. Ini tidak dimainkan berdasarkan kunci gitar, tapi berdasarkan skala musik dan itu yang membuat band kami kedengarannya lebih khas India lagi.”

 

Tapi tak hanya gitar saja yang membuat suara Indian Ocean unik. Amit Kilam bergabung dengan kelompok ini empat tahun lalu, dan membawa alat musik baru yaitu flute. Ia mengatakan semua anggota Indian Ocean bekerja keras untuk menyingkirkan batasan dengan semua alat musik mereka.

 

“Anda tidak terbatas pada struktur musik yang Anda harus mainkan karena alat musik itu harus dimainkan dengan cara tertentu. Anda akan lihat kalau kami senang keluar dari cara biasa memainkan satu instrumen. Ini seperti membuat suara yang baru. Saya ingat waktu kami baru mulai, saya mencoba untuk memasukkan banyak suara.”

 

Dengan berbagai macam alat musik dan suara, band Indian Ocean bangga, tidak hanya karena bisa membuat produk musik yang unik, tapi juga dengan proses yang unik.

 

Cara main-main seperti ini dan kemauan mereka untuk ambil resiko dalam bermusik, menjadi salah satu kunci keberhasilan Indian Ocean.

 

Di tengah-tengah lagu, pemain tabla bernama Tuhan berlutut di depan pemain bass, dan mulai menepuk-nepuk satu ritme pada senarnya.

 

Pemusik lainnya langsung paham arahan ritme ini dan mulai mengikuti musiknya. Nampaknya permainannya mereka spontan, tapi ini hanya bagian dari keputusan bersama mereka.

 

Basis Rahul Ram menjelaskan musik ini berkembang sebagai bagian dari proses demokratis. Mereka menciptakan lagu dengan lapisan baris melodi yang rumit dan kadang mereka mengubah ritmenya di tengah-tengah lagu.

 

“Sebenarnya ketika kami membuat lagu, lagunya tercipta ketika kami nge-jam. ini Hasilnya bisa jadi apa saja. Bisa jadi pola drum, atau satu baris gitar, ritme tabla baris vocal, ritmen tabla, bassis atau apa saja. Lalu, Anda akan lihat musik itu berkembang dengan sendirinya. Karena tidak ada pemimpin, tidak ada satu orang yang menyuruh Anda untuk melakukan sesuatu. Jadi ini berkembang sesuai dengan konsensus. Nampaknya ini berjalan dengan baik untuk kami.”

 

Ram pemimpin kelompok ini, tapi dia bukan vokalis utama. Dia adalah sang basis.

 

Bagi banyak pendengar India, ini sulit dipahami.

 

Kilam mengatakan orang India sudah mengharapkan sang penyanyi untuk menjadi sang pemimpin. Dan para penyanyi harus punya lafal yang sempurna.

 

“Kalau seseorang sedang nyanyi, biasanya Anda ingin dengarkan apa yang ia katakan dan nuansa kata serta perasaan yang timbul dari kata itu. Di India, mereka sangat meninggikan vokalis. Semua orang ingin mendengarkan sang vokalis karena alasan yang aneh. Setiap bagian dari vokalnya harus bagus. Tapi kami tidak suka dengan ini.”

 

Band Indian Ocean memberikan semua anggotanya seperti pemain, bas, flute dan drum kesempatan yang sama untuk menonjol saat pertunjukan.

 

Dan meski Indian Ocean terkenal dengan nada main-mainnya, mereka sangat terlibat dalam berbagai isu sosial.

 

Amit Kilam mengatakan lagu-lagunya punya makna mendalam dan kadang dihubungan dengan negara asalnya yaitu, India.

 

“Kompisinya tidak sembrono. Ada semacam gaya tarik di sini. Dan gaya tarik itu muncul karena dengan pemahaman hal-hal yang terjadi di sekeliling Anda, menjadi bagian dari isu yang lebih besar.”

 

Salah satunya contohnya adalah lagu berjudul “Bandeh” yang  ditulis Indian Ocean untuk film Bollywood yang populer berjudul Black Friday.

 

Film ini menggambarkan cara pandang yang kritis pada pengeboman dan kekacauan etnis pada 1993 dan sekaligus menjadi satu pesan untuk perdamaian.

 

Tapi dari semua itu, musik mereka membuat membuat orang ingin berjoged. Setelah dua jam ngejam tanpa henti pada konser November lalu, band Indian Ocean mulai berkemas, para penonton yang keasyikan mendengar musik mereka, berjalan keluar dari teater dengan susah payah di malam yang bersalju di Stockholm.

 

Devi Patel dari India mengatakan musik mereka seolah membawanya dalam satu perjalanan kembali ke Indian Ocean atau Samudera Hindia.

 

“Konsernya luar biasa dan di dalam cuaca seperti ini, yang sangat dingin, kami menikamati pertunjukkan itu dari awal sampai selesai. Suasananya membuat saya seolah berada di India. Jadi saya merasa kembali ke sana.”

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 06 Desember 2010 11:32 )  

Add comment


Security code
Refresh