AsiaCalling

Home Laporan Khusus Rohingya Journey

Perjalanan Orang Rohingya

"Dari Tempat Kumuh Tropis Ke Satu Kota Yang Diselimuti Salju"

Pengungsi Rohingya terpaksa melarikan diri setelah penindasan brutal rezim milter di Burma. Alhasil mereka tinggal di berbagai kamp di bagian selatan Bangladesh selama hampir tiga pulh tahun. Mereka yang beruntung mendapatkan suaka politik di sejmlah negara kaya.

Dalam tiga seri, Ric Wasserman  mengikuti perjalanan keluarga Ahmed yang sebelumnya hidup di tempat kumuh lalu pindah ke rumah barunya di belahan dunia yang lain, di satu kota yang dingin di Swedia.

 



From Tropical Squalor to Snow Covered Suburbia

E-mail Cetak PDF
There are no translations available.

 

 

Forced to flee due to the brutal repression of the military regime in Burma, Rohingya refugees have been living in camps in southern Bangladesh for nearly three decades.

 

For the last three months, our reporter in Bangladesh, Ric Wasserman, has been tracing the lives of a group of these Rohingyas.

 

In a three part series we follow the Ahmed family, refugees living in squalor and with few lifelines.

 

Until one day, when their lives take an unexpected and remarkable turn.

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 29 September 2009 14:14 )
 

Perjalanan Pengungsi Rohingya Ke Rumah Baru

E-mail Cetak PDF

 

 

Pekan lalu di Asia Calling, kami memulai kisah keluarga Ahmed, pengungsi Rohingya asal Burma yang tinggal di kamp kumuh di Bangladesh.

Seperti yang kita dengar sebelumnya, mereka diselamatkan secara tak terduga.

Suaka yang diberikan kepada mereka akan memberi kesempatan hidup baru di negara Eropa, Swedia.

Dalam bagian kedua, reporter kami Ric Wasserman mengikuti keluarga Ahmed dalam melakukan persiapan untuk menyongsong hidup baru di belahan dunia lain.

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 29 September 2009 15:05 )
 

Usaha Pengungsi Rohingya Beradaptasi Dengan Kehidupan Baru Di Kota Sorsele

E-mail Cetak PDF
Download  -  Listen

Pekan lalu, dalam seri kedua kehidupan pengungsi Rohingya, keluaga Ahmed dan sekelompok Rohingya lainnya tiba di Swedia, negara yang memberikan suaka politik kepada mereka.

Tiga bulan kemudian dan dalam seri terakhir, reporter Ric Wasserman mengunjungi mereka di Swedia Utara.

Ia mencari tahu bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan iklim serta budaya baru.

Dan apakah mereka semakin betah hidup di kota kecil Sorsele?

 

Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 29 September 2009 14:22 )