AsiaCalling

Home Laporan Khusus The murky world of coal mining in China

Dunia Penambangan Batubara Yang Kotor Di Cina

Setiap tahun, hampir 4000 penambang batubara di Cina meninggal akibat kecelakaan di tempat kerja. Elise Potaka di provinsi Shanxi menginvestigasi mengapa kesulitan pemerintah Cina meningkatkan kemanan keja serta membersihkan daerah itu dari polusi.

Cina Bergiat Membersihkan Kotanya Yang Paling Tercemar

E-mail Cetak PDF
Download - Listen

Meski langit terlihat biru di Beijing selama pesta olahraga penyandang cacat, Paralimpiks berlangsung, kabut masih menyelimuti beberapa bagian proinvinsi Shanxi di Cina.

Di provinsi bagian utara, ada tiga kota yang paling tercemar se-Cina.

Selama bertahun-tahun, batubara dan bahan polusi industri menghitamkan udara dan mengotori air serta tanah.

Kini, pemerintah lokal diberikan insenstif uang supaya kota-kota itu dihapuskan dari daftar hitam lingkungan Cina.

Simak laporan Elise Potaka dari Shanxi dan laporannya dibawakan Doddy Rosadi.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 05 Juni 2009 09:10 )
 

Keamanan Para Pekerja Tambang Batubara Cina

E-mail Cetak PDF
Download - Listen

Pekan ini, Gubernur Provinsi Shanxi, Cina terpaksa mengundurkan diri, setelah tempat penampungan limbah tambang ilegal jebol dan menewaskan lebih 200 orang.

Bencana penambangan baru-baru ini, terjadi di provinsi yang terkenal karena catatan keamanan pertambangan yang buruk.

Elise Potaka mencari tahu mengapa pemerintah Cina kesulitan untuk memperbaiki kondisi keamanan itu.

Simak laporannya bersama Nita Roshita.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 05 Juni 2009 09:09 )
 

A Chinese Miner’s Fight for Justice for Black-lung Disease

E-mail Cetak PDF
There are no translations available.

 

Every year close to 4000 coal miners in China die in mining related accidents.

But this figure doesn’t include those who are facing a longer, slower death.

The poor health and safety conditions in many Chinese mines results in thousands of miners getting work-related illnesses each year, some fatal.

Up against powerful mine owners, and lacking access information about avenues of redress, many miners choose to stay silent.

But Elise Potaka reports on one case which could turn things around.

Terakhir Diperbaharui ( Jumat, 05 Juni 2009 09:14 )