Download - Listen
Senator Benigno "Noynoy" Aquino, anak bekas Presiden Cory Aquino, mencalonkan diri menjadi presiden Filipina periode mendatang.
Putra dari pahlawan gerakan "People Power" alias "Kekuatan Rakyat" ini dalam berbagai jajak pendapat mengungguli calon lainnya, menjelang pemilu yang akan diadakan Mei tahun depan.
Tapi para aktivis kiri meminta Aquino membagikan tanah keluarganya yang sangat luas untuk dibagikan kepada para petani miskin.
Dan Gereja Katolik yang berkuasa pun prihatin dengan dukungannya pada RUU Kesehatan Reproduksi soal penggunaan kontrasepsi.
Berikut laporan Madonna Virola dari Calapan City.
Pemandangan pemilu di Filipina sontak berubah ketika Beningo "Noynoy" Aquino mendeklarasikan pencalonan dirinya untuk mengikuti pemilihan presiden tahun 2010 mendatang.
Ribuan relawan dari seluruh negeri mendaftar untuk membantunya memenangkan pemilu, dengan mengumpulkan dana dan mengawal para pemilihnya.
Salah satunya adalah Faith Pulmones-Valenzuela, ibu dari dua anak.
"Saya bisa berkampanye untuk dia lewat mulut ke mulut. Juga saya mungkin bisa membuat beberapa selebaran atau brosur yang menjelaskan soal nilai dan prinsipnya. Tidak melulu soal hubugan keluarganya."
Restie Consigo, warga yang ikut jadi relawan pemilu, juga berkampanye untuk Noynoy.
"Keluarga Aquino adalah salah satu pemimpin terbaik negeri ini dan saya rasa Noynoy punya integritas untuk memenuhi apa yang diinginkan rakyat Filipina. Menurut saya ia punya moral yang baik seperti ayah dan ibunya. Ia tahu apa yang terbaik buat rakyat Filipina."
Ayah Noynoy Aquino ditembak mati di bandara internasional Manila pada 1983 ketika ia baru kembali dari pengasingan. Ia kembali untuk berjuang melawan Diktator Ferdinand Marcos, yang berkuasa saat itu.
Ibunya, Cory Aquino, menjadi ujung tombak gerakan kekuatan rakyat yang memulihkan demokrasi.
Ketika Cory Aquino meninggal bulan lalu, curahan cinta dan terima kasih terhadap dirinya bermunculan.
Ribuan orang berteriak memberikan penghormatan selama prosesi pemakaman.
Kematiannya memunculkan himbauan terhadap keluarga Aquino untuk melanjutkan warisan mereka, berjuang demi demokrasi dan pemerintahan yang bersih.
Norman Novio bekerja di sebuah media gereja lokal yang melakukan pengawasan.
"Curahan perasaan yang kita lihat bagi Cory Aquino adalah ekspresi penghinaan masyarakat terhadap pemerintahan presiden Arroyo saat ini sejak korupsi merajalela."
Noynoy Aquino menggunguli calon presiden lain dalam jajak pendapat terbaru.
Tapi ia sendiri pun tak lepas dari kontroversi.
Para kritikus mengatakan keluarganya tidak mengindahkan program reformasi agraria ketika mereka tidak membagikan sebagian dari perkebunan tebu mereka, yang luasnya mencapai enam ribu hektar, kepada para petani miskin.
Jurnalis Norman Novio menjelaskan pada 2004, polisi dan tentara menghalangi ribuan pekerja perkebunan dan keluarganya untuk memasuki tempat itu. Peristiwa ini berakhir dengan tewasnya 14 orang, termasuk diantaranya dua anak-anak.
Para pekerja meminta 300 lebih anggota perserikatan yang dipecat akibat peristiwa itu, dipekerjakan kembali.
Bong Marquez adalah anggota jaringan non pemerintah Kaagapay, yang membantu para petani.
Ia yakin para penyewa lahan keluarga Aquino berdasarkan hukum punya hak terhadap tanah mereka.
"Keluarga Aquino harus secepatnya membagikan tanah mereka karena inilah inti dari UU Agraria yang disahkan selama pemerintahan Cory Aquino. Sejak ini menjadi isu utama di negara ini, peringkat Noynoy mungkin akan turun jika ia tidak segera melakukannya."
Tak lama setelah itu, Noynoy Aquino mengatakan akan menyerahkan hak keluarganya atas perkebunan itu dan memisahkannya dari politik.
Selain kontroversi soal tanah, Asosiasi Pendidik Katolik Filipina, yang beranggotakan seribu sekolah, prihatin dengan dukungan Noynoy terhadap RUU Kesehatan Reproduksi.
RUU itu akan membuat akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi buatan akan semakin mudah lewat program kesehatan. Selain itu RUU tersebut juga memuat soal kewajiban untuk mengajarkan pendidikan seks di sekolah-sekolah.
Mary Jane Salazar, seorang Kepala Gereja Injili di Calapan ingin Noynoy memikirkan ulang sikapnya itu.
"Menurut saya kesalahan terbesar Noynoy Aquino ialah ketika ia membiarkan keluarganya sendirinya, teman terdekatnya terkena dampak kepemimpinannya di masa depan."
Pemilih pemula seperti Cidney Bejasa, seorang mahasiswa, mengaku idealisme mereka mengatakan untuk memilih Noynoy.
Tapi pertama-tama ia ingin melihat kebijakan yang jelas dari Noynoy.
"Pada akhirnya, bukan soal bagaimana politikus berpolitik tapi seberapa tulus kepemimpinan sebuah rezim dalam hati politikus. Kepemimpinan yang sejati berarti tulus membantu masyarakat terutama rakyat Filipina untuk memperbaiki moralitas dan gaya hidup mereka."










