AsiaCalling

Home Berita Afghanistan

Afghanistan

Para Isteri Afghanistan Dijual Seperti “Barang”

E-mail Cetak PDF

Download Sudah sepuluh tahun lebih sejak Taliban digulingkan dari kekuasannya di Afghanistan.

Para perempuan dewasa dan muda sudah kembali bekerja dan bersekolah.

Tapi sebagian, masih mengalami kesulitan dan tidak sebebas perempuan lainnya.

Pasalnya di provinsi bagian timur Nangarhar, para lelaki Afghanistan memperlakuan isteri mereka bak barang – membeli dan menjualnya sesuka hatinya.

Koresponden kami Ghayor Waziri pergi ke daerah kesukuan di bagian timur negeri itu, dan mencari tahu lebih banyak.


Terakhir Diperbaharui ( Senin, 21 Mei 2012 09:50 )
 

Para Perempuan Afghanistan Masuk Militer

E-mail Cetak PDF

Download Selama sepuluh tahun pemerintahan demokrasi berjalan di Afghanistan, para perempuan bekerja di berbagai tempat, bahkan di dunia militer.

Lebih dari seribu perempuan kini bekerja di Departemen Pertahanan sebagai dokter, perawat dan staf administrasi.

Baru-baru ini 63 perempuan lulus sebagai tentara dan 16 lainnya sedang menjalani pelatihan.

Abdul Ghayor Waziri mengunjungi ke tempat pelatihan militer di Kabul dan bertemu dengan beberapa calon tentara itu.


Terakhir Diperbaharui ( Senin, 26 Maret 2012 11:10 )
 

Pencarian Air Minum Bersih di Afghanistan

E-mail Cetak PDF

Download Di Afghanistan, warga tidak saja tewas karena perang – air kotor bisa lebih mematikan.

Tahun lalu, Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, melaporkan hanya separuh jumlah penduduk punya akses air minum yang aman.

Dan menurut data terbaru pemerintah, hampir 10 persen anak-anak negeri itu tewas sebelum usia 5 tahun, karena diare.

Di ibukota Kabul, banyak warga yang tinggal di tempat kumuh dengan sanitasi yang buruk dan tidak ada air minum yang aman.

Meski pemerintah sudah mencoba mengatasi masalah ini, namun nampaknya belum ada kemajuan.

Ikuti laporannya bersama Ghayor Waziri.


Terakhir Diperbaharui ( Senin, 19 Maret 2012 10:49 )
 

Musim Dingin yang Parah Menewaskan Anak-anak Afghanistan di Kamp Pengungsi

E-mail Cetak PDF

Download Lebih 20 anak yang berusia di bawah usia 5 tahun tewas, akibat musim dingin yang parah di Afghanistan sepanjang bulan lalu.

Mereka hidup di sejumlah tempat pengungsian di ibukota Kabul setelah melarikan diri bersama sang keluarga, dari berbagai wilayah perang.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa ada sekitar 35 ribu orang yang tinggal di kamp-kamp ini tanpa alat penghangat atau listrik.

Zubair Babakarkhail mengunjungi kamp pengungsi Nasaji di satu hari yang bersalju untuk bertemu dengan satu keluarga yang baru kehilangan anak mereka karena  musim dingin yang menusuk.

Terakhir Diperbaharui ( Senin, 20 Februari 2012 09:57 )
 

Hidup Baru untuk Museum Kabul

E-mail Cetak PDF

Download Seperti banyak warga Afghanistan, Museum Kabul - rumah bagi warisan budaya negeri itu -  juga sudah melalui masa-masa yang kelam.

Pada masa perang sipil, 70 persen benda-benda bersejerah itu dijarah dan dijual di pasar gelap.

Pada musim semi tahun 2001, Taliban menghancurkan hampir 2000 patung dan ukiran di sana dan menyatakan patug-patung yang berwajah  manusia menyinggung agama Islam dan menghancurkannya hingga berkeping-keping.

Beberapa tahun belakangan ini, museum itu mulai mendapatkan kesempatan baru.

Zubair Babakarkhail di  Kabul berkunjung ke museum pada suatu hari yang bersalju.


Terakhir Diperbaharui ( Senin, 30 Januari 2012 12:35 )
 
Halaman 1 dari 3