Download Belakangan ini Burma jadi sorotan dunia internasional.
Setelah kemenangan telak Partai Liga Nasional untuk Demokrasi dalam pemilu sela bulan April lalu dan Aung San Suu Kyi akhirnya meraih kursi dalam parlemen – Burma digadang sebagai negara demokrasi terbaru di Asia.
Namun pemerintah masih terus membatasi kebebasan publik dan kegiatan politik para biksu Buddha Burma.
Setelah Saffron Revolution tahun 2007, para biksu harus mendapatkan izin pemerintah untuk berpidato di depan publik – termasuk meminta izin untuk isi pidato itu sendiri.
Biksu terkemuka, Ashin Pyinnyar Thiha, hingga kini masih dilarang bicara di depan publik dan baru-baru ini diusir dari biaranya sendiri di Rangoon.
Citra Dyah Prastuti berkunjung ke distrik Hmaw-Bi di pinggiran kota Rangoon untuk bertemu dengan dia.
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 21 Mei 2012 09:44 )
Mencecap Kebebasan di Burma
Sabtu, 12 Mei 2012 10:32
Citra Dyah Prastuti
Download Burma yang dijuluki sebagai negara demokrasi yang baru, kini berjuang untuk keluar dari ketakutan kediktaktoran, untuk memulai babak barau dalam negeri itu.
Tapi seberapa bebas-kah negeri itu sekarang ini?
Citra Prastuti bergabung dengan masyarakat setempat yang bersorak atas pembukaan cabang kantor baru Partai Liga Nasional untuk Demokrasi di Burma.
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 14 Mei 2012 11:06 )
Kebuntuan Parlemen Burma
Sabtu, 28 April 2012 13:16
Nay Thwin
Download Satu kata dalam sumpah anggota parlemen – 'untuk melindungi' – berakhir dengan kosongnya kursi Liga Nasional untuk Demokrasi, NLD, saat dimulainya sidang parlemen Burma awal pekan ini.
Ini bukan boikot kata Aung San Suu Kyi dari NLD, tapi mereka hanya menunggu waktu yang tepat.
Secara teknis, itu hanya satu kata dalam sumpah, tapi banyak yang melihat itu sebagai 'ujian politik;' yang bisa berakhir pada kebuntuan masa depan antara musuh bebuyutan ini.
Kita simak laporan selengkapnya yang disusun Nay Thwin.
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 30 April 2012 08:34 )
Kesepakatan Pembicaraan Damai Burma
Sabtu, 14 April 2012 11:09
Nay Thwin
Download Setelah pemilu sela Burma bersejarah yang dimenangkan Aung San Suu Kyi, kini giliran gencatan senjata yang bersejarah.
Pekan lalu, Persatuan Nasional Karen menandatangani sebuah pakta dengan pemerintah Burma. Ini meningkatkan harapan akan berakhirnya salah satu perang sipil tertua di dunia secara permanen.
Perang sipil Burma telah belangsung lebih dari enam dekade, sejak negeri itu merdeka tahun 1948.
Belasan kelompok etnis berjuang melawan pemerintah termasuk Karen.
Dan etnis ini merupakan kelompok etnis ketiga terbesar di Burma.
Nay Thwin menyaksikan dari dekat pembicaraan damai itu.
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 16 April 2012 09:55 )
Pemilu Membawa Harapan Bagi Kebangkitan Burma
Sabtu, 07 April 2012 10:35
Nay Thwin
Download Burma sedang merayakan kemenangan Aung San Suu Kyi pada pemilu sela pekan lalu.
Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi, memenangkan 43 dari 45 kursi yang diperebutkan.
Walau begitu hanya sekitar enam persen kursi parlemen yang direbut, sementara militer masih mendominasi.
ASEAN menandai peristiwa itu dengan menghimbau dicabutnya sanksi internasional terhadap Burma, untuk membantu proses demokrasi.
Amerika Serikat telah mengumumkan kalau mereka bakal mencabut sanksi terhadap Burma, sementara pemimpin negara-negara Uni Eropa tengah mempertimbangkan mengambil langkah serupa.
Sejak transisi politik yang dimulai pada 2010, pemerintah Burma telah mempesona para pengamat dengan cepatnya perubahan – mulai dari membebaskan tahanan politik dan melonggarkan pembatasan media.
Tapi ujian yang sebenarnya baru saja dimulai- seiring upaya minoritas Suu Kyi untuk mempromosikan reformasi yang lebih besar dari Parlemen.
Seperti yang dilaporkan Nay Thwin, harapan rakyat Burma lebih tinggi dari sebelumnya.