AsiaCalling

Home Berita Malaysia

Malaysia

Bisakah Barisan Nasional Menaklukkan Penang dengan Gangnam Style?

E-mail Cetak PDF

Download PSY menjadi fenomena dunia dengan lagunya ‘Gangnam Style’.

Dan pekan ini, ia diundang ke Penang untuk tampil di sebuah acara untuk publik yang diadakan Partai Barisan Nasional.

Koalisi Barisan Nasional yang berkuasa kalah di lima negara bagian pada pemilu 2008...dan salah satunya adalah Penang.

Clarence Chua berada di Georgetown untuk mencari tahu apakah Barisan Nasional bisa menunggangi kesuksesan Gangam Style untuk memenangkan suara pemilih.

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 16 Februari 2013 15:06 )
 

Artis Malaysia Jadi Tuna Wisma

E-mail Cetak PDF

Download Mislina Mustaffa tidak seperti artis pada umumnya.

Ia berasal dari keluarga kelas menengah Muslim Melayu tapi ia memelihara seekor anjing, pudel merah, yang diberi nama Atan.

Dan Mislina kini sedang dalam sebuah misi: mencari tahu bagaimana rasanya jadi tuna wisma.

Shanice See menyusun laporannya dari Georgetown Penang.


Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 05 Januari 2013 13:49 )
 

Anak-anak Tanpa Kewarganegaraan di Sabah

E-mail Cetak PDF

Download Pekerja bantuan kemanusiaan dan LSM memperkirakan kalau ada sekitar 50 ribu anak-anak Indonesia yang tak punya kewarganegaraan di negara bagian Sabah di pulau Kalimantan.

Dan yang tak banyak terungkap adalah ada sekitar ribuan atau mungkin puluhan ribu anak-anak Filipina yang juga tak berkewarganegaraan di sana.

Marcel Simok menceritakan kisah satu dari anak-anak ini dari Kota Kinabalu.


Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 05 Januari 2013 14:07 )
 

Melindungi Konstitusi Federal Malaysia

E-mail Cetak PDF

Download Baru-baru ini Pengadilan Tinggi Malaysia membatalkan gugatan atas hukum yang melarang laki-laki mengenakan pakaian perempuan. Alasannya, perbuatan ini dilarang dalam Hukum Syariah.

Namun menurut Konstitusi Federal, Malaysia bukan negara Islam dan hukum syariah tidak boleh mengesampingkan hukum sipil.  

Rakyat Malaysia tergolong beragam, dengan agama dan wilayah yang berbeda.

Setelah merdeka dari Inggris, konstitusi dibuat untuk mencerminkan kontrak sosial antarberbagai ras berbeda yang tinggal di negeri itu.

Tapi, apakah kebangkitan Islam radikal baru-baru ini mengancam Konstitusi Federal yang tergolong sekuler?

Ikuti laporan selengkapnya bersama Clarence Chua dari Kuala Lumpur.

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 22 Desember 2012 17:03 )
 

“Kami Harus Pulang” – Pengungsi Rohingya di Malaysia

E-mail Cetak PDF

Download Ketika Khairul Bashar, 28 tahun, mengarungi laut untuk kali pertama, ia meninggalkan seluruh hidupnya. Khairul adalah orang Rohingya, yang lahir di Burma dari daerah Maung Saw. Tapi ia tak pernah mendapatkan kewarganegaraan.  

Setelah mengalami diskriminasi selama bertahun-tahun, keadaan di sana memburuk sejak Juni lalu. Pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang perempuan Buddha, memicu terjadinya gelombang kekerasan terhadap orang Rohingya.  

Setelah menyaksikan pembunuhan sejumlah orang dalam komunitasnya, Khairul melarikan diri ke Malaysia.

Rebecca Henschke berbincang dengan Khairul di sebuah apartemen di Kuala Lumpur tempat perlindungan sementara pengungsi Rohingya.


 

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 15 Desember 2012 13:14 )
 
Halaman 2 dari 8

Search